MAKALAH SISTEM BASIS DATA DATABASE

Tugas Makalah Sistem Basis Data

SISTEM BASIS DATA


Oleh :
zzzzzzzzzzzz(201043501229)
aaaaaaaaaa (201043501278)
ddddddd (201043501291)
Dosen : Nahot Frastian, S. Kom.
Fakultas Teknik Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Program Studi : Teknik Informatika
2012
==================================================
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis hatur kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat-nya sehingga Makalah Sistem Basis Data dapat terwujud. Untuk itu penulis sampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberi.
Harapan penulis, makalah ini dapat memberi tuntunan konseptual yang praktis bagi mereka, baik praktisi maupun mahasiswa dalam memahami basis data. Penulis menyadari, isi maupun cara penyampian makalah ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari para membaca sehingga penulis bisa mengembangangkan buku ini menjadi lebih baik.
Terima kasih.
Jakarta, Maret 2012
Penulis
==================================================
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I : PENDAHULUAN
1.1.  Latar Belakang
1.2.   Rumusan Masalah
1.3.   Tujuan Penulisan
1.4.   Metodologi Penulisan
BAB II : PEMBAHASAN
A.    Konsep Dasar Sistem Basis Data
A.2.1. Pengertian Basis Data
A.2.2. Komponen Sistem Basis Data
A.2.3. Prinsip dan Tujuan Sistem Basis Data
A.2.4. Kelebihan dan Kekurangan Sistem Basis Data
B.     Arsitektur Sistem Basis Data
C.    Data Independence
D.    Hubungan antara Arsitektur Basis Data denga Data Independence
E.      Abstraksi Hubungan antara User pada DBMS dengan Physical Basis Data
BAB III : PENUTUP
A.    KESIMPULAN
B.     SARAN
DAFTAR PUSTAKA
==================================================
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.            Latar Belakang
Pemrosesan Basis Data sebagai perangkat andalan sangat diperlukan oleh berbagai institusi dan perusahaan. Dalam pengembangan sstem informasi diperlukan basis data sebagai media penyimpanan data. Kehadiran basis data dapat meningkatkan Daya saing perusahaan tersebut. Basis data dapat mempercepat upaya pelayanan kepada pelanggan, menghasilkan informasi dengan cepat dan tepat sehingga membantu pengambilan keputusan untuk segera memutuskan suatu masalah berdasarkan informasi yang ada.
Banyak aplikasi yang dibuat dengan berlandaskan pada basis data antara lain: semua transaksi perbankan, aplikasi pemesanan dan penjadwalan penerbangan, proses regristasi dan pencatatan data mahasiswa pada perguruan tinggi, aplikasi pemrosesan penjualan, pembelian dan pencatatan data barang pada perusahaan dagang, pencatatan data pegawai beerta akrifitasnya termasuk operasi penggajian pada suatu perusahaan, dan sebagainya.
Beberapa informasi pada perusahaan retail seperti jumlah penjualan, mencari jumlah stok penjualan, mencari jumlah stok yang tersedia, barang apa yang paling laku dijual pada bulan ini, dan berapa laba bersih perusahaan dapat diketahui dengan mudah dengan basis data. Pada perpustakaan, adanya aplikasi pencarian data buku berdasarkan judul, pengarang atau kriteria lain dapat mudah dilakukan dengan basis data. Pencarian data peminjam yang terlambat mengembalikan juga mudah dilakukan sehingga bisa dibuat aplikasi pembuatan surat berdasarkan informasi yang tersedia.
Dengan memanfaatkan teknologi jaringan, kemampuan basis data dapat dapat dioptimalkan. Misalnya transaksi antar cabang pada sebuah perbankan secara online. Begitu banyak yang dapat diperoleh dengan pemanfaatan basis data. Basis data dapat meningkatkan daya guna perangkat komputer yang mungkin tadinya hanya untuk keperluan game atau pengetikan dengan aplikasi office.
1.2.            Rumusan Masalah
Perumusan masalah pada makalah ini antara lain :
1.      Apa pengertian Basis Data ?
2.      Apa saja Komponen Sistem Basis Data ?
3.      Prinsip dan Tujuan dari sistem Basis Data adalah ?
4.      Keuntungan dan kerugian apa saja yang ada pada sistem Basis Data dibandingkan dengan Sistem File ?
5.      Bagaimana cara membuat Data Independence dan Arsitektur Sistem Basis Data?
1.3.            Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana Konsep Dasar dari Sistem Basis Data dan cara membuat Data Independence dan Arsitektur Sistem Basis Data.
1.4.            Metodologi Penulisan
Metodologi penulisan pada makalah ini adalah studi kepustakaan, yaitu pengumpulan data yang diperlukan selama analisa, perancangan dan pembuatan aplikasi, baik berupa buku, artikel ilmiah, maupun sumber dari internet.
==================================================
BAB II
PEMBAHASAN
A.    KONSEP DASAR SISTEM BASIS DATA
A.2.1. Pengertian Basis Data
Basis Data adalah suatu susunan/kumpulan data oprasional lengkap dari suatu organisasi/perusahaan yang diorganisir/dikelola dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu menggunakan komputer sehingga mampu menyediakan informasi optimal yang diperlukan pemakainya.
Sistem Basis Data adalah suatu sistem menyusun dan mengelola record-record menggunakan komputer untuk menyimpan atau merekam serta memelihara data oprasional lengkap sebuah organisasi/perusahaan sehingga mampu menyediakan informasi yang optimal yang diperlukan pemakai untuk proses pengambilan keputusan.
Penyusunan Basis Data meliputi proses memasukkan data kedalam media penyimpanan data dan diatur dengan menggunakan perangkat Sistem Manajemen Basis Data (Database Management System DBMS). Manipulasi basis data meliputi pembuatan pernyataan (query) untuk mendapatkan informasi tertentu, melakukan pembaharuan atau penggantian (update) data, serta pembuatan report data.
 A.2.2. Komponen Sistem Basis Data
a.      Data
Terdapat 3 jenis data pada Sistem Basis Data, yaitu :
Ø  Data Oprasional
Data dari suatu organisasi berupa data yang disimpan di dalam basis data.
Ø  Data Masukan (Input Data)
Data dari luar sistem yang dimasukkan melalui peralatan input (keyoard) yang dapat mengubah data oprasional.
Ø  Data Keluaran (Output Data)
Data berupa laporan melalui peralatan output (screen, printer, dll) sebagai hasil proses dari dalam suatu sistem yang mengakses data oprasional.
b.      Hardware (Perangkat Keras)
Terdiri dari semua peralatan komputer yang digunakan untuk pengelolaan sistem basis data.
c.       Software (Perangkat Lunak)
Berfungsi sebagai perantara (interface) antara pemakai dengan data fisik pada basis data. Software pada basis data dapat berupa :
Ø  DBMS (Database Management System) yang menangani akses terhadap basis data sehingga pemakai tidak perlu memikirkan proes penyimpanan dan pengeloloaan data secara detail.
DBMS sendiri merupakan kumpulan file yang saling berkaitan dan program untuk pengelolanya. Basis data adalah kumpulan datanya, sedangkan program pengelolanya berdiri sendiri dalam suatu paket program yang komersial untuk membaca data, mengisi data, menghapus data, dan melaporkan data dalam basis data.
                        Fungsi DBMS
Layanan-layanan yang sebaiknya disediakan oleh database management system adalah :
1. Penyimpanan, pengambilan dan perubahan data
Sebuah DBMS harus menyediakan kemampuan menyimpan, mengambil dan merubah data dalam basis data.
2. Katalog yang dapat diakses pemakai
menyediakan sebuah katalog yang berisi deskripsi item data yang disimpan dan diakses oleh pemakai.
3. Mendukung Transaksi
Menyediakan mekanisme yang akan menjamin semua perubahan yang berhubungan dengan transaksi yang sudah ada atau yang akan dibuat.
4. Melayani kontrol concurrency
Sebuah DBMS harus menyediakan mekanisme yang menjamin basis data ter-update secara benar pada saat beberapa pemakai melakukan perubahan terhadap basis data yang sama secara bersamaan.
5. Melayani recovery
Menyediakan mekanisme untuk mengembalikan basis data ke keadaan sebelum terjadinya kerusakan pada basis data tersebut.
6. Melayani autorisasi
Sebuah DBMS harus menyediakan mekanisme untuk menjamin bahwa hanya pemakai yang berwenang saja yang dapat mengakses basis data.
7. Mendukung komunikasi data
      Sebuah DBMS harus mampu terintegrasi dengan software komunikasi.
                        8. Melayani integrity
Sebuah DBMS bertujuan untuk menjamin semua data dalam basis data dan     setiap terjadi perubahan data harus sesuai dengan aturan yang berlaku.
9. Melayani data independence
Sebuah DBMS harus mencakup fasilitas untuk mendukung kemandirian program dari struktur basis data yang sesungguhnya.
10. Melayani utility
                             Sebuah DBMS sebaiknya menyediakan kumpulan layanan utility.
Bahasa-bahasa yang terdapat di dalam DBMS, di antaranya :
ü  Data Definition Language (DDL)
Hasil kompilasi DDL adalah satu set table yang disimpan didalam file khusus yang disebut data dictionary/directory. Satu data directory adalah satu file yang berisi metadata, yaitu “Data Mengenai Data”. File ini dikonsultasikan sebelum data sebenarnya dibaca atau dimodifikasikan dalam satu sistem basis data.
ü  Data Manipulation Language (DML)
Bahasa yang memperbolehkan pemakai mengakses atau memanipulasi data sebagai yang diorganisasikan sebelumnya model data yang tepat. Definisi lain tentang DML adalah perintah-perintah untuk memanipulasi data, misalnya perintah untuk memilih data (query), menyisipkan, mengubah dan menghapus data dalam basis data. Bentuk manipulasi yang dapat dilakukan oleh DML diantaranya adalah untuk keperluan pencarian kembali data lama, penyisispan data baru, penghapusan data, pengubahan data dan lain-lain. Sedangkan DML sendari dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu procedural dan non procedural
ü  Query
Pernyataan yang diajukan untuk mengambil informasi. Merupakan bagian DML yanh digunakan untuk pengambilan informasi, disebut Query Language.
Fungsi-fungsi yang terdapat didalam DBMS, yaitu :
ü  Data Definition
ü  Data Manipulation
ü  Data Security dan Integrity
ü  Data Recorvery dan Concurrency
ü  Data dictionary
ü  Performance

Ø  Program-program aplikasi dan procedure-procedure.
d.      User (Pemakai)
Tiga klasifikasi pemakai basis data, yaitu :
Ø  Database Administrator (DBA)
Orang atau tim yang bertugas memgelola sistem basis data secara keseluruhan.
DBA mempunyai tugas :
ü  Mengontrol DBMS dan software-software.
ü  Memonitor siapa yang mengakses basis data.
ü  Mengatur pemakaian basis data.
ü  Memeriksa security, integrity, recovery, atau back-up, dan concurency.
Ø  Programmer
Orang atau tim yang bertugas membuat program aplikasi.
Ø  End User
                     pengguna akhir / end user.
Dapat dibagi menjadi 2 :
-       pengguna aplikasi : adalah orang  yang mengoperasikan program aplikasi yang dibuat oleh pemrogram aplikasi.
-       pengguna interaktif : adalah orang yg dpt memberikan perintah-perintah pada antar muka basisdata, misalnya SELECT, INSERT dsb.

A.2.3. Prinsip dan Tujuan Sistem Basis Data
Basis Data bertujuan untuk mengatur data sehingga diperoleh kemudahan, ketepatan, dan kecepatan dalam pengambilan kembali. Untuk mencapai tujuan, syarat sebuah basis data yang baik adalah sebagai berikut;
1.      Tujuan dibangunnya basis data adalah sebagai berikut :
§        Kecepatan & kemudahan (speed)
Dgn memanfaatkan basis data, memungkinkan kita untuk dapat menyimpan data atau melakukan perubahan/ manipulasi terhadap data atau menampilkan kembali data tersebut secara lebih cepat & mudah.
§        Efisiensi ruang penyimpanan (space)
Karena keterkaitan yang erat antara kelompok data dalam sebuah basisdata,maka redundansi (pengulangan) pasti akan selalu ada, sehingga akan memperbesar ruang penyimpanan. Dengan basisdata, efisiensi ruang penyimpanan dapat dilakukan dengan menerapkan sejumlah pengkodean, atau dengan membuat relasi-relasi antar kelompok data yang saling berhubungan.
§        Keakuratan (accuracy)
Pengkodean atau pembentukan relasi antar data bersama dengan penerapan aturan/batasan (constraint), dmain data, keunikan data, dsb, yang secara ketat dapat diterapkan dalam sebuah basis data, sangat berguna untuk menekan ketidak akuratan penyimpanan data.
§        Ketersediaan (availability)
Dengan pemanfaatan jaringan komputer, maka data yang berada di suatu lokasi/cabang dapat juga diakses (tersedia/available) bagi lokasi/cabang lain.
§        Kelengkapan (completeness)
Kelengkapan data yang disimpan dalam sebuah database bersifat relatif, bisa jadi saat ini dianggap sudah lengkap, tetapi belum tentu pada suatu saat dianggap lengkap. Untuk mengakomodasi kelengkapan data, seperti
§        Keamanan (security)
aspek keamanan dapat diterapkan dengan ketat, dengan begitu kita dapat menentukan pemakai basis data serta obyek-obyek didalamnya ,serta jenis-jenis operasi apa saja yang boleh dilakukannya.
§        Kebersamaan pemakaian (sharability)
Basis data yang dikelola dengan aplikasi multi user dapat memenuhi kebutuhan ini.
Alasan mengapa mempelajari basisdata :
-       perpindahan dari komputasi ke informasi
-       himpunan elemen data semakin banyak dan beragam
o   perpustakaan digital. Video interaktif
o   kebutuhan untuk memperluas DBMS
-       DBMS mencakup bidang ilmu lain
o   System operasi, bahasa pemrograman, teori komputasi, AI, logika, multimedia.
Operasi dasar pembuatan Basis data :
n  Pembuatan Basis Data (Create Database)
Yang identik dengan pembuatan lemari arsip yang baru.
n  Penghapusan Basis Data (Drop Database)
Yang identik dengan perusakan lemari arsip (sekaligus beserta isinya, jika ada)
n  Pembuatan File/Table baru ke suatu basis data (Create Table)
Yang identik dengan penambahan map arsip baru ke sebuah lemari arsip yang telah ada.
n  Penghapusan File/Table dari suatu basis data (Drop Table)
Yang identik dengan perusakan map arsip lama yang ada di sebuah lemari arsip.
n  Penambahan data baru ke suatu file/table di sebuah basis data (insert)
Identik dengan penambahan lembaran arsip baru kesebuah map arsip.
n  Pengambilan data dari sebuah file/table (Retrieve/Search)
Identik dengan pencarian lembaran arsip dari sebuah map arsip.
n  Pengubahan data dari sebuah file/table (Update)
Identik dengan perbaikan isi lembaran arsip yang ada di sebuah map arsip.
n  Penghapusan data dari sebuah file/table (Delete)
Identik dengan penghapusan sebuah lembaran arsip yang ada di sebuah map arsip
2. Kesulitan Pengaksesan Data
Basis data memiliki fasilitas untuk melakuakan pencarian informasi dengan menggunakan Query ataupun dari tool untuk melihat tabelnya. Dengan fasilitas ini. Kita bisa secara langsung melihat data dari software DBMS-nya. Selain itu, basis data bisa dihubungkan dengan program aplikasi sehingga memudahkan pengguna dalam mengakses informasi. Misalnya program aplikasi untuk kasir yang terhubung dengan basis data . pengguna cukup mengguna fasilitas pencarian ataupun laporan. Yang tersedia pada program aplikasi untuk mendapatkan informasi stok, laporan penjualan, dan lain-lain. Dalam basis data, informasi yang diperolah dari kumpulan data bisa berupa keseluruhan data, sebagai data, data denga filter tertentu, data yang terurut, ataupun data summary.
Sebagai contoh sederhana ketika kita ingin mencatat data alamat dan telepon dari kolega kita. Sebagai orang akan menggunakan buku alamat. Metode pencatat dilakukan dilakukan dengan menuliskan data setelah catatan terakhir. Ketika kita menginginkan informasi alamat seseorang kita akan mencari karena informasi yang tersaji tidak terurut. Ada juga orang mencatat dengan mengelompokan nama berdasarkan abjad. Hal ini akan lebih mempermudah pencarian karena kita tidak perlu membaca keseluruhan data, tetapi cukup dalam satu kelompok saja. Tapi masalah baru muncul ketika jumlah data untuk sekelompokan data abjad teretentu telalu banyak sedangkan kelompok abjad yang lain masih terlalu sedikit. Dalam metode ini, ada banyak ruang tidak terpakai jika memberikan ruang yang sama untuk setiap kelompok. Dalam hal pencarian, kesulitan akan kita temui ketika informasi yang kita ingin cari dengan kata kunci sebagagian namanya. Misalnya kita akan mencari alamat Anto, sementara yang tercatat dalam buku catatan adalah Mardianto. Tentu saja kita tidak akan dapat menemukannya dalam kelompok data dengan huruf depan A. selain itu, tidak selamanya kata kunci yang diketahui adalah dari nama, tetapi bisa saja yang diketahui adalah nomer teleponnya, sedangkan yang ingin kita cari adalah alamat dan namanya. Hal ini merupakan masalah baru dari pencatatan data dengan buku. Basis data bisa memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan tersebut diatas.

3.Multiple User
Basis data memungkinkan pengguna data bersama-sama oleh banyak pengguna pada saat yang bersamaan atau pada saat yang berbeda. Dengan meletakkan basis data pada bagian server yang bisa diakses kesemua pengguna dari banyak klient, kita sudah menyediakan akses kesemua pengguna dari computer klient ke sumber informasi yaitu basis data. Tentu saja pengaksesan oleh pengguna-pengguna ini disesuaikan dengan hak aksesnya. Misalnya sebuah perguruan tinggi memiliki data tentang mahasiswa, pembayaran, dan lain-lain yang diletakan dalam sebuah basis data. Bagian Akademi akan bisa mengakses data-data akademi mahasiswa, Bagian Keuangan akan diijinkan mengakses data pembayaran mahasiswa, sementara mahasiswa hanya bisa melihat status akademi/keuangan yang berhubungan dengan dirinya saja. Hal ini sangat dimungkinkan dengan penyimpanan data dalam basis data.
A.2.4. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN SISTEM BASIS DATA
Kelebihan Sistem Basis Data
Banyak kelebihan yang dapat kita peroleh dengan menggunakan basis data. Manfaat/kelebihan basis data diantaranya adalah:
1.     Kecepatan dan Kemudahan (speed)
Dengan menggunakan basis data pengambilan informasi dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Basis data memiliki kemampuan dalam mengelompokan, mengurutkan bahkan perhitungan dengan metematika. Dengan perancangan yang benar, maka penyajian informasi akan dapat dilakukan dengan cepat dan mudah.

2.     Kebersamaan Pemakai
Sebuah basis data dapat digunakan oleh banyak user dan banyak aplikasi. Untuk data-data yang diperlukan oleh banyak orang/bagian. Tidak perlu dilakukan pencatatan dimasing-masing bagian, tetapi cukup dengan satu basis data untuk dipakai bersama. Misalnya data mahasiswa dalam suatu perguruan tinggi, dibutuhkan oleh banyak bagian, diantaranya: bagian akademik, bagian keuangan, bagian kemahasiswaan, dan perpustakaan. Tidak harus semua bagian ini memiliki catatan dan semua bagian bisa mengakses data tersebut sesuai dengan keperluannya.
3.     Pemusatan Control Data
Karena cukup dengan satu basis data unutk banyak keperluan, pengontrolan terhadap data juga cukup dilakuan di satu tempat saja. Jika ada perubahan data alamat mahasiswa misalnya, maka tidak perlu kita meng-update semua data dimasing-masing bagian tetapi cukup hanya disatu basis data.
4.    Efesiensi Ruang Penyimpanan (space)
Dengan pemakain bersama, kita tidak perlu menyediakan tempat penyimpanan diberbagai tempat, tetapi cukup satu saja sehingga ini akan menghemat ruang penyimpanan data yang dimilikioleh sebuah organisasi. Dengan teknik perancangan basis data yang benar, kita akan menyederhanakan penyimpanan sehingga tidak semua data harus disimpan.
5.    Keakuratan (accuracy)
Penerapan secara ketat aturan tipe data, domain data, keunikan data, hubungan antara data, dan lain-lain, dapat menekan keakuratan dalam pemasukan/penyimpanan data.
6.    Ketersediaan (availability)
Dengan basis data kita dapat mem-backup data, memilah-milah data mana yang masih diperlukan dan data mana yang perlu kita simpan ke tempat lain. Hal ini mengingat pertumbuhan transaksi suatu organisasi dari waktu ke waktu membutuhkan media penyimpanan yang semakin besar
7.    Keamanan (Security)
Kebanyakan DBMS dilengkapi dengan fasilitas manajemen pengguna diberikan hak akses yang berbeda-beda sesuai dengan pengguna dan posisinya. Basis data bisa diberikan passwordnya untuk membatasi orang yang mengaksesnya.
8.    Kemudahan Dalam Pembuatan Program Aplikasi Baru
Pengguna basis data merupakan bagian dari perkembangan teknologi. Dengan adanya basis data pembuatan aplikasi bisa memanfaatkan kemampuan dari DBMS, sehingga pembuatan aplikasi tidak perlu mengurusi penyimpanan data, tetapi cukup mengatur interface untuk pengguna.
9.     Pemakain Secara Langsung
Basis data memiliki fasilitas untuk melihat datanya secara langsung dengan tool yang disediakan oleh DBMS. Untuk melihat data, langsung ke table ataupun menggunakan query. Biasanya yang menggunakan fasilitas ini adalah user yang sudah ahli, atau database administrator.
10.   Kebebasan Data (Data Independence)
Jika sebuah program telah selesai dibuat, dan ternyata ada perubahan isi/struktur data. Maka dengan basis data, perubahan ini hanya perlu dilakukan pada level DBMS tanpa harus membongkar kembali program aplikasinya.
11. User View
Basis data penyediaan pandangan yang berbeda-beda untuk tiap-tiap pengguna. Misalnya kita memiliki data-data dari perusahaan yang bergerak dibidang retail. Data yang ada berupa data barang, penjualan, dan pembelian. Ada beberapa jenis pengguna yang memerlukan informasi terkait dengan data perusahaan tresebut. Mereka adalah pelanggan, kasir, bagian gudang, bagian akutansi dan manajer. Tidak semua data boleh diakses oleh semua pengguna. Misalnya kasir dia hanya boleh berhak melihat informasi nama barang dan harga jualnya. Sementara itu dia berhak untuk memasukan data penjualan . berbeda dengan pelanggan yang hanya melihat data keberadaan barang dan harga jual tetapi tidak berhak memasukan atau merubah data. Sementara itu bagian akutansi berhak melihat keuntungan dari tiap-tiap barang untuk menganalisa data akutansinya.Basis data mampu memberikan layanan organisasi seperti ini.
Kerugian Sistem Basis Data
Disamping banyaknya kelebihan yang ada, sistem basis data juga memiliki kerugian, yaitu :
1.      Diperlukan tempat penyimpanan yang besar.
2.      Diperlukan tenaga yang terampil dalam mengelola data.
3.      Perangkat lunaknya mahal.
4.      Kerusakan sistem basis data dapat mempengaruhi departemen yang terkait.
B.     ARSITEKTUR SISTEM BASIS DATA
Arsitektur Sistem Basis Data dibagi menjadi 3 tingkatan, yaitu :
v  Internal Level (Internal View)
Merupakan tingkat yang basis datanya secara fisik ditulis atau disimpan di media storage atau level yang berkaitan erat dengan tempat penyimpanan.
Contoh : cara seorang pemakai menggunakan data.
v  External Level (Individual User Views)
Merupakan tingkat yang data di basis data dilihat berdasarkan kebutuhan masing-masing aplikasi di user atau level yang berkaitan erat dengan para pemakai.
Contoh : cara seorang pemakai menggunakan data.
v  Conceptual Level (Community User View)
Merupakan tingkat yang user view dari aplikasi yang berbeda digabungkan sehingga menggunakan basis data secara keseluruhan dengan menyembunyikan penyimpanan data secara fisik atau level yang merupakan penghubung dari internal level dan external level.
Contoh : cara penggunaan data oleh sekelompok pemakai.
Implementasi konsep model berhubungan dengan arti data, bagaimana data disusun, bagaimana hubungan antara data, dan sebagainya.
ARSITEKTUR SISTEM BASIS DATA
C.    DATA INDEPENDENCE
Prinsip data independence merupakan salah satu kelebihan sistem basis data yang perlu diperhatikan oleh database administrator (DBA). Dengan mengimplementasikan prinsip ini, DBA dapat mengubah struktur storage dan strategi akses dalam pengembangan sistem basis data, tanpa mengganggu program-program yang sudah ada. Tujuan utama dari 3 tingkat arsitektur adalah memelihara kemandirian data (data independence) yang berarti perubahan yang terjadi pada tingkat yang lebih rendah tidak mempengaruhi tingkat yang lebih tinggi.
Terdapat fasilitas dua data tingkat data independence di abstraksi sistem basis data, dari external sampai ke internal level, yaitu :
1.    Physical Data Independece
Perubahan internal schema dapat dilakukan tanpa mengganggu conceptual schema. Yang berubah adalah mapping/transformasi (proses pendefinisian informasi dari satu level ke level lainnya). Dengan adanya perubahan di internal schema, maka mapping antara conceptual schema dengan internal schema harus diubah, agar conceptual schema tidak terpengaruh.
2.    Logical Data Independence
Conceptual schema dapat diubah tanpa mempengaruhi eksternal schema. Yang berubah adalah mapping/transformasi (proses pendefinisian informasi dari satu level ke level lainnya). Dengan adanya perubahannya conceptual schema, maka mapping antara conceptual schema dengan ekternal schema harus diubah supaya eksternal schema tidak terpengaruh sehingga program-program aplikasi yang sudah ada tidak terganggu.
Alasan perlunya prinsip data independence diterapkan di pengelolaan sistem basis data adalah :
·      Database administrator dapat mengubah isi, lokasi, dan organisasi database, tanpa mengganggu program aplikasi yang sudah ada.
·      Vendore hardware dan software pengelolaan data bisa memperkenalkan produk-produk baru, tanpa mengganggu program-program aplikasi yang sudah ada.
·      Memudahkan perkembangan program aplikasi.
·      Memberikan fasilitas pengontrolan terpusat oleh DBA demi security dan integritas data dengan memperhatikan perubahan-perubahan kebutuhan user.
D.    Hubungan antara Arsitektur Basis Data denga Data Independence


Keterangan :
Hubungan antara eksernal level dengan conceptual level akan mengakibatkan data independence yang bersifat logik. Hubungan antara conceptual level dengan internal level akan mengakibatkan data independence yang bersifat phisik.
Device model dan storage model sering disebut basis data phisik. Logical model dan submodel disebut basis data logika. Sifat kedua jenis basis data ini adalah misalnya untuk sebuah data, maka data tersebut hanya memiliki satu bentuk logika. Bentuk phisiknya akan tergantung perangkat keras atau mesin yang digunakan.
Contoh : nama Aviikhaa, data ini dapat disimpan dalam bentuk ASCII, EBCIDIC atau 8 byte, dan sebagainya.
E.    Pemanfaaatan Ilmu Basis Data
Bidang Fungsional :
§  Kepegawaian
§  Pergudangan (inventory)
§  Akuntansi
§  Reservasi
§  Layanan Pelanggan
Bentuk Perusahan :
§  Perbankan
§  Rumah Sakit
§  Produsen Barang
§  Sekolah
§  Telekomunikasi
F.    Abstraksi Data
Salah satu tujuan dari DBMS adalah untuk menyediakan fasilitas/antarmuka (interface) kepada user.untuk itu system tersebut akan menyembunyikan detail tentang bagaimana data disimpan dan dipelihara, sehingga data yang terlihatoleh user sebenarnya berbeda dengan yang tersimpan secara fisik.
Abstraksi data merupakan tingkatan-tingkatan pengguna dalam memandang bagaimana sebenarnya data diolah dalam sebuah sistem database sehingga menyerupai kondisi yang sebenarnya dihadapi oleh pengguna sehari-hari.. Sebuah DBMS seringkali menyembunyikan detail tentang bagaimana sebuah data disimpan dan dipelihara (diolah) dalam sebuah sistem database, dengan tujuan untuk memudahkan pengguna dalam menggunakan DBMS tersebut. Karena itu seringkali data yang terlihat oleh pemakai sebelumnya berbeda dengan yang tersimpan secara fisik.
G.    Abstraksi Hubungan antara User pada DBMS dengan Physical Basis Data


Keterangan :
Physical Record Interface merupakan hubungan ditingkat hardware. Store Record Interface menyebabkan DBMS memandangkan struktur storage sebagai kumpulan storage files. Masing-masing berisi semua occurence dari storage sejenis sehingga pada basis data secara phisik, DBMS mengetahui :
ü  Stored file yang ada.
ü  Struktur stored record setiap stored file.
ü  Urutan stored field di store record.
ü  Stored field yang menjadi key untuk mengakses record secara direct.
Informasi yang diketahui acces method adalah :
ü  Physical record.
ü  Hubungan antara stored field, untuk membentuk stored record.
ü  Urutan-urutan record secara physik (index dan pointer).
ü  Bagaimana proses direct-access (index atau hasil).
          
H.    Tiga Model Konseptual
               Pendekatan basis data tidak diwakili oleh arsitektur tunggal modal basis data awal  berbeda dengan model basis data modern karena basis data awal dari file data tradisional pendekatan basis data yang pling umum digunakan oleh sistim informasi bisnis adalah model hierarkis (hierarchical model), model jaringan (network model), dan model relasional karena kemiripan konseptual tertentu, basis data hierarkis dan jaringan disebut model navigasional atau terstruktur. Cara data diatur dalam sistim basis data awal ini mendorong para pengguna untuk menjelajahi diantara elemen-elemen data menggunakan jalur-jalur yang sudah terstruktur. Model relasional jauh lebih fleksibel karena memungkinkan para penggunanya menciptakan jalur yang baru dan unik melalui basis data untuk memecahkan masalah-masalah bisnis yang lebih luas cakupannya.
==================================================
BAB III
PENUTUP
     
A. Kesimpulan
    Basis data atau sering disebut database adalah kumpulan informasi yang disimpan dadalam computer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program computer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.
Perangkat lunak yang digunakan untuk memanggil dan mengelola query basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system DBMS). Sistembasis data dipelajari dalam ilmu informasi basis data adadlah suatu gabungan file yang saling berhubungan dan dikordinasi secara terpusat. Pendekatan database memerlukan data sebagai sumber daya organisasi yang seharusnya dipergunakan serta dikelola oleh seluruh bagian dari organisasi tersebut, bukan hanya satu departemen atau fungsi tertentu saja. Fokusnya adalah integrasi data dan pembagian data dengan seluruh pemakai yang berhak memakainya.
                                                                          
B.     Saran
Untuk kemajuan tekhnologi computer maka diharapkan agar perkembangan computer kedepan mampu mengubah pola fikir dan menjadikan masyarakat Indonesia menjadi manusia yang kreatif dan inoatif, Serta tumbuhnya kreatifitas hingga menghasilkan suatu karya yang berguna bagi manusia. Diharapkan dengan adanya teknhnologi computer dapat dimanfaatkan sesuai dengan kegunaan sebnarnaya yang mampu mempercerdas bangsa bukannya untuk menghancurkan moral-moral bangsa. Kemajuan computer dimasa mendatang diharapkan dapat membantu semua jenis pekerjan manusia sehingga mereka mampu menyelesaikan pekerjaan mereka dengan cepat karena dimasa depan teknologi akan semakin canggih dan pekerjaan dikerjakan dengan sistem komputerisasi
==================================================
Daftar Pustaka
Anoname. 1990. Seri Diktat Kuliah, Sistem Basis Data. Jakarta, University YARSI.
Yusuf, Heni. S.Kom. 1997. Sistem Database. Jakarta, Penerbit Bina Sarana Informatika.
Marlinda, Linda. S.Kom. 2004. Sistem Basis Data.Yogyakarta, Penerbit Andi.

0 Response to "MAKALAH SISTEM BASIS DATA DATABASE"

Post a Comment