Berita Tentang Ipad



iPad Berbahaya Bagi Balita?
Seiring berkembangnya zaman, manusia semakin dituntut untuk mengetahui cara menguasai teknologi, salah satunya iPad. Tak hanya orangtua, remaja hingga balita pun turut merasakan mudahnya menggunakan benda yang satu ini. Namun, apakah iPad baik untuk perkembangan anak?
iPad memang berbeda dengan televisi. Beberapa aplikasi yang dirancang secara edukatif berkategori Baby Touch seperti Peekabo dan Fish Games ternyata menarik minat tersendiri bagi para balita. Meski perusahaan aplikasi menjanjikan manfaat peningkatan koordinasi tangan, mata dan kefokusan anak hingga usia 2,5 tahun, hingga kini belum ada penelitian yang membuktikan hal tersebut.

Jika beberapa penelitian terdahulu mengatakan televisi memiliki dampak yang berarti bagi perkembangan anak, demikian halnya terjadi pada iPad. Bentuk permainan dalam gadget canggih, masih dianggap tidak dapat mengajarkan ketrampilan krusial pada balita, seperti yang terdapat dalam bentuk tiga dimensi.
"Pada dasarnya aplikasi di iPad adalah versi terbaru dari video game yang sering kita mainkan di masa kecil. Karena itu mungkin tidak banyak manfaatnya untuk anak," ujar penulis Mommy Calls, Tanya Altmann.
Berbeda dengan Altmann, Rose Luckin, seorang profesor University of London mengatakan bahwa gadget seperti tablet PC dapat meningkatkan pusat interaksi sosial kepada proses belajar. Pada anak usia 5-6 tahun yang menggunakan tablet PC guna menulis aktifitas harian di sekolah, justru menunjukkan kecenderungan belajar yang lebih baik.
Dampak penggunaan gadget, termasuk iPad pada balita akan terasa berarti jika digunakan secara terus menerus. Orangtua juga memiliki peran penting dalam hal ini. Sebagai orangtua yang lebih dahulu mengerti penggunaan gadget, sudah seharusnya orangtua memantau anak guna mencegah dampak negatif. Komunikasi dan interaksi yang terjalin antara anak dan orangtuapun menjadi dampak positif hadirnya iPad bagi perkembangan anak.

iPad Bisa Sebabkan Insomnia
 

VIVAnews - Apple iPad memang bukan gadget biasa. Ia bisa berfungsi sebagai peselancar web, pemutar film, musik, menjalankan aplikasi, juga e-book reader.

Namun, sebagai e-book reader, ternyata iPad menimbulkan efek negatif. Menurut Frisca Yan-Go, Direktur UCLA Sleep Disorders Center di Santa Monica, membaca e-book lewat iPad bisa menyebabkan penggunanya sulit tidur alias insomnia.
Efek ini tidak dijumpai pada gadget e-book reader lain seperti Amazon Kindle maupun Barnes & Noble Nook. Kindle, Nook, atau e-book reader dari Sony, menggunakan teknologi bernama e-paper.
Layar mereka cenderung menstimulasi warna aktual dari kertas buku, sehingga tidak memancarkan cahaya. Oleh karenanya, ia akan tetap terbaca, saat digunakan di bawah sinar matahari.
Sementara iPad, menggunakan teknologi layar sentuh liquid-crystal. Layar semacam itu akan menembakkan cahaya, seperti yang dijumpai pada layar-layar komputer maupun layar televisi.
Keuntungan dari layar seperti itu, penggunanya bisa tetap membaca buku, di saat orang-orang sedang tidur dan lampu ruangan tak menyala. Namun, membaca buku lewat iPad sebelum tidur ternyata menyebabkan penggunanya justru akan sulit tidur sepanjang malam.
Hal itu disebabkan oleh ekspos sinar secara langsung ke mata tanpa pencahayaan yang cukup menyebabkan mata menginstruksikan otak untuk tetap terjaga.
"Karena layar biasanya dibaca dekat dengan wajah, maka efek yang timbul akan semakin besar bila dibandingkan dengan layar TV biasanya yang ditonton lebih jauh," kata Frisca, dikutip dari LATimes.
Pakar lainnya, Alon Avidan, yang menjabat Director UCLA Neurology Clinic, mengatakan bahwa sebaiknya gadget yang layarnya memancarkan cahaya - tak hanya iPad, tapi juga ponsel - sebaiknya tak terlalu banyak digunakan di saat menjelang tidur.
Dan menurut Alon, bagaimanapun juga, "Kindle lebih baik untuk tidur Anda (ketimbang iPad - red)." (umi)

0 Response to "Berita Tentang Ipad"

Post a Comment